SOROTNASIONAL

Diduga Limbah Cair Cemari Sungai di Ujung Batu, Aktivitas PT RSI Jadi Sorotan

banner 120x600
banner 468x60

ROKAN HULU – Dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Kabupaten Rokan Hulu. Kali ini, limbah cair yang diduga berasal dari aktivitas pabrik kelapa sawit PT Riau Sawit Industri (RSI) di Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, disinyalir mencemari aliran anak sungai di sekitar area perusahaan.

Temuan tersebut mencuat saat tim awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi di sisi kanan area pabrik, Sabtu (9/5/2026).

banner 325x300

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, kondisi air sungai awalnya terlihat normal sekitar pukul 12.00 WIB dengan warna kuning kecoklatan seperti aliran air pasca hujan. Namun dalam kurun waktu kurang lebih 37 menit, kondisi air berubah drastis menjadi kehitaman, dipenuhi buih, serta mengeluarkan aroma tidak sedap.

Perubahan signifikan dalam waktu singkat itu memunculkan dugaan adanya aliran limbah yang masuk ke badan sungai.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga mengaku bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Mereka menyebut air di anak sungai tersebut kerap berubah warna menjadi hitam.

“Di depan sana ada sungai kecil yang sering menghitam airnya, coba saja dilihat,” ujar salah seorang warga kepada awak media.

Penelusuran lebih lanjut mengarah pada area Land Application (LA) yang diduga milik perusahaan. Di lokasi tersebut, terlihat adanya genangan cairan yang diduga meluber dan mengalir ke lahan perkebunan warga hingga menuju aliran sungai.

Jika dugaan tersebut benar, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran sumber air, kerusakan ekosistem, hingga gangguan kesehatan masyarakat sekitar.

Namun demikian, pihak perusahaan membantah bahwa pencemaran tersebut berasal dari aktivitas mereka.

Humas PT RSI, Syahrial Siregar, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki niat untuk membuang limbah sembarangan.

“Perlu diketahui, di hulu ada dua pabrik kelapa sawit termasuk kami salah satunya. Kami tidak ada maksud membuang limbah sembarangan dan memahami dampaknya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa munculnya buih pada aliran air belum tentu disebabkan oleh limbah pabrik, melainkan bisa terjadi secara alami akibat arus air yang deras.

Meski demikian, temuan di lapangan memunculkan harapan agar pihak terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu, segera turun melakukan investigasi menyeluruh.

Pemeriksaan diharapkan meliputi pengecekan area Land Application (LA), penelusuran sumber aliran limbah, serta evaluasi sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan.

Masyarakat berharap adanya kejelasan dan transparansi terkait kondisi tersebut, mengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta keberlangsungan sumber air bagi kehidupan warga di sekitar kawasan tersebut.

banner 325x300
Penulis: Rv/timEditor: Rv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *