SOROTNASIONAL

PSPS Pekanbaru Kantongi Lisensi Super League 2025/2026, Bukti Pengelolaan Klub Semakin Profesional

Instagram PSPS
banner 120x600
banner 468x60
Instagram PSPS

Pekanbaru – PSPS Pekanbaru resmi mengantongi lisensi Super League dari I.League usai diumumkannya hasil Club Licensing Cycle 2025/2026 pada Rabu (13/5/2026).

Pencapaian ini menjadi yang pertama dalam sejarah PSPS Pekanbaru sejak berdiri, sekaligus menegaskan komitmen klub berjuluk Askar Bertuah dalam membangun tata kelola yang profesional sesuai standar nasional dan Asia.

banner 325x300

Lisensi Super League sendiri merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme klub sepak bola di Indonesia yang mengacu pada regulasi nasional serta standar Asian Football Confederation (AFC).

Adapun proses penilaian lisensi telah berlangsung sejak Juli 2025 dengan mencakup lima aspek utama, yaitu sporting, infrastructure, personnel and administration, legal, serta finance. Kelima aspek tersebut menjadi indikator utama dalam menentukan kelayakan klub.
Berdasarkan hasil verifikasi, PSPS Pekanbaru dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan memperoleh status granted kategori Super League sebagaimana tertuang dalam surat keputusan Club Licensing Committee nomor 035/CLC-LI/V/2026.

Sekretaris Tim PSPS Pekanbaru, Teza, menyebut capaian ini sebagai tonggak penting bagi manajemen klub.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur PSPS Pekanbaru berhasil lolos dalam klub lisensi ini. Ini adalah pencapaian yang sangat berarti bagi seluruh orang yang berada di dalam manajemen, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah PSPS berhasil meraih lisensi klub profesional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perolehan lisensi tersebut merupakan target utama sejak awal musim atas arahan Presiden Klub, I Gede Widiade.
Menurutnya, proses verifikasi berjalan ketat dan komprehensif selama hampir satu tahun, mencakup kelengkapan dokumen hingga implementasi nyata di lapangan.

“Nyaris satu tahun kita di dalam manajemen bekerja untuk ini, tidak hanya mengurus dokumen, tapi kami juga diminta menunjukkan implementasi nyata di lapangan,” katanya.

Lebih lanjut, Teza menyampaikan bahwa meskipun PSPS Pekanbaru saat ini masih berkompetisi di Liga 2 atau Championship, pengelolaan klub telah memenuhi standar profesional setara klub Liga 1.

“Walaupun kita belum di Liga 1 (Super League), pengelolaan klub ini sudah sangat sehat dan profesional setara dengan klub-klub Liga 1,” terangnya.

Meski demikian, masih terdapat beberapa catatan yang perlu disempurnakan, khususnya terkait dokumen stadion dan standar penerangan yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan nasional.

Untuk itu, pihak klub berencana berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dalam melengkapi kebutuhan tersebut ke depan.

Dalam hasil Club Licensing Cycle tersebut, PSPS Pekanbaru juga tercatat sebagai satu dari delapan klub Liga 2 yang berhasil memperoleh status granted tanpa catatan dari Komite Lisensi Klub Independen I.League dan AFC. Sementara itu, sebanyak 12 klub lainnya mendapatkan status rejected dan berpotensi menerima sanksi pengurangan poin pada musim kompetisi 2026/2027.

Secara keseluruhan, terdapat 25 klub yang meraih lisensi kategori Super League. Selain PSPS Pekanbaru, klub lain yang turut mendapatkan lisensi antara lain PSIM Yogyakarta, PSS Sleman, Persipura Jayapura, PS Barito Putera, Deltras FC, Garudayaksa FC, Adhyaksa FC, serta PSMS Medan.

“Jika kita lihat lagi, di grup barat hanya PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan yang berhasil mendapatkan lisensi ini,” pungkas Teza.

banner 325x300
Penulis: RVEditor: RV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *