Rokan Hulu – Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat Wakil Bupati Rokan Hulu, Syafaruddin Poti, S.H., M.M., menggelar kegiatan “Sarapan Pagi & Ngopi Bareng Wartawan” di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Rokan Hulu, Komplek Praja, lingkungan Pemkab Rohul, Senin (28/7/2028) pagi.
Bersama para jurnalis dari berbagai media, diskusi berlangsung akrab dan penuh canda tawa, namun substansi tetap menjadi sajian utama. Dalam suasana santai namun serius itu, Syafaruddin—yang akrab disapa Safe—membeberkan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Rokan Hulu yang tengah dijalankan.
Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi penguatan sektor pertanian, pembenahan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta evaluasi kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dinilai belum optimal dalam menyediakan dan melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kami ingin membangun Rohul. Tentunya pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Media punya peran penting dalam mengontrol jalannya program pemerintahan,” ujar mantan Anggota DPRD Provinsi Riau tersebut.
Lebih lanjut, Syafaruddin juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Menurutnya, media bukan sekadar penyampai informasi, melainkan mitra strategis dalam membentuk opini publik yang sehat.
“Kalau informasi yang keluar dari pemerintah bisa dipahami dan disampaikan secara objektif oleh media, maka kepercayaan masyarakat juga akan tumbuh,” jelasnya.
Di hadapan puluhan insan pers yang hadir, Syafaruddin juga menyampaikan rencananya untuk mengajak para pengurus organisasi media duduk bersama dengan Diskominfo, guna membahas kontrak kerja sama antara pemerintah daerah dan media massa.
“Karena ini bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat. Dengan adanya kerja sama yang baik, diharapkan informasi publik dapat tersampaikan dengan baik dan program-program pembangunan, khususnya di Rokan Hulu, dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Wakil Bupati yang dikenal akrab dengan insan pers itu kemudian mengajak seluruh jurnalis berfoto bersama usai sesi “Ngopi Bareng”. Para wartawan menyambut baik forum santai ini. Selain mempererat hubungan antara pemerintah dan media, kegiatan seperti ini dianggap sebagai ruang terbuka untuk berdiskusi tanpa sekat.
“Bicara dari hati ke hati seperti ini jauh lebih bermakna daripada jumpa pers biasa. Ini bisa jadi awal sinergi yang lebih kuat,” ungkap salah satu jurnalis senior Rokan Hulu.
Acara “Ngopi Bareng” yang awalnya hanya dijadwalkan berlangsung dua jam, ternyata berlangsung hampir setengah hari karena diskusi yang begitu akrab dan tanpa pembatas.
Menutup pertemuan, Syafaruddin Poti kembali menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan semua pihak, termasuk media. Dengan cara yang sederhana namun bermakna, ia membuktikan bahwa kedekatan dengan masyarakat, terutama lewat media, bisa dimulai dari secangkir kopi dan obrolan yang transparan.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah organisasi pers, di antaranya GWI, PWI, SPRI, SPI, PWRI, PJI-D, IWO, PPDI, IMO, AWI, PJS, AKPERSI, serta DPW LSM Korek Riau, dan sejumlah wartawan independen/non-organisasi.


















