Rokan Hulu –
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Gubernur Riau H. Abdul Wahid, Anggota DPR RI Dr. H. Achmad, M.Si, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, Ketua Yayasan H. Bahktiar Majid, serta jajaran Forkopimda Provinsi Riau dan Kabupaten Rohul, Rektor Perguruan Tinggi se-Provinsi Riau, para alim ulama, tokoh masyarakat, dan ratusan santri-santriwati.
Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menyampaikan rasa syukur dan kekagumannya atas atmosfer spiritual yang dirasakannya di lingkungan Pondok Pesantren Basma. Ia bahkan menyebut pondok tersebut sebagai “serpihan surga”.
“Merasa cukup dengan yang ada adalah separuh dari surga. Filosofi ini hanya bisa tumbuh melalui pendidikan agama. Madrasah maupun pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menyucikan batin,” ujar Menag.
Menag juga menyoroti pentingnya pengembangan kurikulum eko-teologi yang telah mendapat perhatian dari berbagai negara. Ia berharap Institut Islam Internasional Basma bisa tumbuh menjadi episentrum baru peradaban Islam, tidak hanya di Asia, tetapi juga di dunia.
Wakil Bupati Rohul H. Syafaruddin Poti dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar Institut ini menjadi tonggak baru dalam perkembangan ilmu keagamaan di Kabupaten Rokan Hulu.
“Semoga Institut Islam Internasional Basma Darul Ilmi Wassa’adah dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya berilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia, memiliki wawasan global, serta siap menjadi pemimpin umat di tengah masyarakat,” ujar Poti.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Rohul terus berupaya menjadikan Rokan Hulu sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul dan melahirkan kader-kader berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
“Selaras dengan target menjadi pusat pendidikan Islam, Kabupaten Rohul juga telah mengusulkan ke Provinsi Riau pembangunan SMA Tahfiz di Komplek Masjid Islamic Center Pasir Pengaraian, yang sejalan dengan visi-misi Gubernur Riau dalam pengembangan keislaman,” tambahnya.
Gubernur Riau H. Abdul Wahid dalam sambutannya mengapresiasi Yayasan Basma Aeyla Jaya sebagai inisiator utama pembangunan dan pengembangan lembaga pendidikan tersebut.
“Semoga amal baik keluarga besar yayasan menjadi jariyah yang tak terputus dan membawa keberkahan dunia akhirat,” ucapnya.
Sementara itu, Pendiri dan Pembina Pondok Pesantren Basma, H. Bahktiar Majid, menjelaskan bahwa pendirian pesantren ini dilandasi keinginan untuk membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan Islam yang kokoh serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Saat ini jumlah santri dan santriwati mencapai 1.200 orang. Tahun 2025 ini, 9 orang santri kami telah diterima di Universitas Al-Azhar Mesir, dan banyak lainnya lulus di perguruan tinggi ternama di Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari Kementerian Agama, Pemprov Riau, Pemkab Rohul, serta masyarakat.
“Perjalanan hingga ke titik ini tidaklah mudah. Dukungan, kritik membangun, dan tunjuk ajar sangat kami butuhkan agar cita-cita membangun karakter muslim yang unggul dan berdaya saing dapat terwujud,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan, di akhir kegiatan juga diberikan bantuan berupa pembangunan ruang kelas, beasiswa KIP, Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), serta berbagai bantuan pembangunan lainnya.
Puncak acara peresmian ditandai dengan penyerahan SK dan penekanan serinai oleh seluruh pejabat yang hadir, sebagai simbol dimulainya babak baru pendidikan Islam melalui Institut Islam Internasional Basma Darul Ilmi Wassa’adah.


















